Selasa, 05 Juni 2012



PUASA DAN DETOKSIFIKASI


Puasa sering dianggap sama dengan melaparkan diri atau sekedar menahan diri untuk tidak makan. Sehingga timbul pengertian bahwa puasa bias dijadikan suatu cara untuk menurunkan berat badan. Padahal puasa merupakan proses detoksifikasi (proses pengeluaran zat-zat yang memiliki sifat toksin atau racun dari dalam tubuh), sedangkan turunya berat badan hanyalah efek sampinagn dari puasa. Itupun hanya dapat  dicapai jika hahehat puasa diterapkan  secara benar.
                Selama berabad-abad puasa telah dilakukan manusia sebagai ibadah dalam agama dan terapi penyembuhan paling tua dalam sejarah pengobatan manusia. Puasa juga dilakukan oleh para nenek moyang kita untuk mengasah kesaktian dan ketajaman batin.
                Ilmuwan dan cendikiawan ternama dimasa laluseprti Socrates, Hippocrates, Galen,plato atau Pythagoras juga melakukan puasa untuk kesehatan dan mempertajam daya piker mereka. Bahkan dunia pengobatan Barat pun kini banyak menerapkan terapi puasa sebagai alternative penyembuhan. Mereka akhirnya menyadari bahwa puasa merupakan marta rantai yang hilang dari pola makan orang barat selama ini. Dijerman aja misalnya, telah berdiri lebih dari 200 klinik pengobatan yang menerapkan terapi puasa.
MANFAAT PUASA
Puasa merupakan program kombinasi  makanan serasi. Meskipun pola makan ini sendiri sudah berfungsi detoksifikasi, namun masih bersifat fisik, sedangkan puasa adalah detoksifikasi yang bersifat total dan holistic.Artinya, tujuan pembersihan bukan hanya bersifat fisik saja, tetapi juga meliputi pembersihan dan peningkatan energy pada jiwa dan pikiran.
Banyak cdara puasa yang dapat dikombinasikan dengan program ini, termasuk puasa 30 atau 40 hari penuh seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad, Nabi Isa, atau Nabi Musa.  Sedangkan berpantangan dari makanan yang disukai atau makanan tertentu tidak dapat dikategorikan sebagai puasa. Secara keseluruhan, sekedar berpantangan tidak dapat memberikan nilai tambah  pada kesehatan karena yang penting bagi kesehatan bukanlah jenis atau jumlah makannannya, tetapi pola makannya.
SIAPA PERLU PUASA?   
Setiap manusia pada dasarnya memerlukan puasa. Dan sesungguhnya puasa itu adalah karunia Tuhan untuk kebaikan manusia, karena yang memperoleh manfaat dari puasa adalah manusia sendiri, bukan Tuhan dan bukan pula orang lain. Sayangnya , banyak orang yang masih belum bias menghayati hakikat puasa. Mereka hanya menukar waktu makan atau memutarbalikan pengertian puasa. Selama berjam-jam puasa mereka memang menahan diri tidak makan dan minum, namun begitu berbuka mereka mengisi perut secara berlebihan seperti takut kehabisan makanan. Bahkan ada yang mempergunakan waktu puasa untuk tidur saja sepanjang hari sampai dekat waktu berbuka. Tidak heran jika mereka tidak memperoleh manfaat apa-apa dari puasanya, selain tambahan penyakit dan berat badan.

MENGAPA PERLU PUASA?
Setiap hari kita mandi untuk membersihkan tubuh. Setiap hari kita juga membersihkan rumah agar lingkungan kita sehat dan segar.Tetapi, bagaimana dengan kebersihan bagian dalam tubuh kita? Kebanyakan orang memang lebih peduli pada penampilan luar daripada kebersihan bagian dalam tubuhnya. Secara alamiah usus besar memang tempatnya kotoran, sehingga wajar saja jika kita menganggap bagian dalam tubuh tidak harus bersih seratus persen. Namun tahukah anda bahwa hal ini akan menjadi tidak wajar apabila fungsi pembuangan mulai tidak mampu mengantisipasi jumlah kotoran yang terbentuk?
Secara alamiah sebenarnya tubuh kita sudah melakukan detoksifikasi secara teratur, seperti buang air besar ataupun buang air kecil. Tetapi proses ini adakalanya tidak memadai, terutama jika jumlah toksin yang terbentuk lebih banyak dari pada yang dapat dikeluarkan. Pembentukan toksin terjadi melalui beberapacara.  Pikiran, emosi dan stresjuga berpotensi meningkatkan jumlah toksin dalam tubuh. Karena itu detoksifikasi mental juga penting. Untuk itulah kiranya tubuh kita memerlukan puasa. Karena hanya dengan berpuasa kita dapat melakukan detoksifikasi atau pembersihan pada bagian dalam tubuh, baik lahir maupun batin.

BERAPA LAMA BERPUASA?

Alam telah mengatur system tubuh manusia dengan kemampuan berpuasa bahwa secara medis klinik-klinik puasa terkemua dieropa sudah membuktikan bahwa manusia bias bertahan sampai 40hari hanya dengan minum air putih saja dan sampai 100 hari hanya dengan jus buah-buahan dan sayuran tanpa bahaya. Berdasarkan pengalaman klinik-klinik tersebut, puasa selama 7 sampai 10 hari telah dibuktikan aman bagi siapa saja. Puasa sepanjang waktu itu ternyata sangat efektif untuk tujuan pembersihan bagian dalam, regenerasi sel, dan peremajaan tubuh, asalkan dilakukan secara teratur dan berkala.
Bagi yang belum pernah melakukan puasa, bias mulai berlatih dengan puasa atau dengan detoksifikasi sedikitnya 2atau 3 hari. Proses puasa itu sendiri sebenarnya baru dimulai setelah hari ke2 atau ke3 puasa. Pada saat itu tubuh mulai mencerna sel-sel dan jaringan yang berlebihan,rusak,berpenyakit,using,atau sudah mati. Namun kunci yang paling penting dalam berpuasa adalah memperhatikan tata tertibnya, dan melakukannya secara teratur dan berkala. Tanpa itu, puasa 40 hari pun tidak aka nada manfaatnya bagi diri kita.

PUASA/DETOKSIFIKASI RINGAN
Puasa ringan ini merupakan modifikasi dari beberapa metode detoksifikasi yang telah saya terapkan sendiri ternyata berhasil. Bagi yang belum biasa berpuasa, puasa ini termasuk yang paling mudah dan ringan karena kita masih tetap makan dan minum walaupun hanya sebatas buah dan sayuran segar.
                Klinik-klinik detoksifikasi diAmerika dan Australia umumnya juga menerapkan puasa jus buah dan sayuran (juice fasting), karena dianggap sebagai cara yang paling aman dan ringan. Jus buah dan sayuran juga lebih mudah dicerna sehingga nutrisinya dapat lebih cepat diserap oleh tubuh. Nutrisi memperlancar proses detoksifikasi sekaligus juga mempercepat proses perbaikan sel-sel yang rusak.
                Meskipun anda sudah menjalankan puasa secara agama, tidak ada salahnya menambahnya dengan puasa atau detoksifikasi secara berkala. Semakin sering berpuasa semakin baik pula kesehatannya, terutama pada saat tubuh kita sedang berda dalam kondisi asidosis ( dimana kondisi keasaman tubuh sudah terlalu tinggi sehingga rentan terhadap penyakit)

 GEJALA –GEJALA AWAL ASIDOSIS
      .         SERING SAKIT KEPALA
·         ASMA, SINUSITIS MUDAH ALERGI, SERING PILEK, BATU, DAN FLU
·         SERING SAKIT MAAG, KEMBUNG, ATAU SEMBELIT
·         JERAWAT, BISUL , KULIT ASAM,EKSIM DAN PENYAKIT KULIT LAINNYA
·         KEPUTIHAN
·         NAFAS DAN KERINGAT BAU
·         SERING NYERI OTOT DAN PERSENDIAN
·         LESU KRONIS




EFEK SAMPING PUASA/DETOKSIFIKASI
Pembuluh darah merupakan satu-satunya jalan keluar zat racun ke semua system pembuangan tubuh. Pada saat tosin melewati pembuluh darah, tubuh akan member reaksi yang disebut krisis detoksifikasi atau krisis penyembuhan. Efek sampingan ini merupakan reaksi normal dan tidak berbahaya, yang menandakan bahwa proses detoksifikasi sudah mulai berlangsung.
  • Sakit kepala ( gejala ini lebih sering muncul pada pecandu obat,kopi, dan rokok)
  • Mual,kembung,sembelit atau sering buang air besar (mirip diare tapi tidak lama )
  • Pilek, flu atau demam ringan
  • Nyeri pada otot dan persendian
  • Gangguan kulit, bagi yang berjerawat, peradangan akan menghebat selama puasa. Tidak perlu cemas, karena gejala ini akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari setelah detoks asalkan tidak dipencet atau dikorek-korek
  • Gangguan emosi (menggigil seperti  orang ketagihan obat,gelisah,cemas, uring-uringan,dan sulit memusatkan pikiran).Gejala ini diakibatkan menurunnya tekanan gula darah, yang merupakan cara alamiah tubuh melakukan penghematan energy selama puasa.sifatnya hanya sementara.
  • Kedinginan. Tubuh akan menurunkan temperaturnya selama masa puasa karena energy yang biasa dipakai untuk menghangatkan tubuh akan lebih banyak dipakai untuk mempercepat proses detoksifikasi. Karena itu, orang yang tinggal didaerah bersuhu terlalu dingin atau beku tidak dianjurkan melakukan puasa.
  • Perubahan warna air seni, warna menjadi lebih kuning tua menandakan tubuh mulai mengalami dehidrasi atau merupakan indikasi bahwa tubuh mulai mengeluarkan banyak toksin. Selama detoks atau puasa,  dianjurkan lebih banyak minum.
  • Napas bau disertai timbulnya lapisan putih pada gigi dan lidah yang mengeluarkan bau tak sedap. Lapisan putih pada lidah dapat dikerok dengan sikat gigi.

Karena reaksi detoks mirip gejala penyakit atau ketagihan, orang sering terkecoh dan minum obat untuk menghentikan gejala2 yang dirasakannya. Selama  krisis detosifikasi berlangsung, sebaiknya justru tidak minum obat apapun. Obat akan menghambat proses pengeluaran toksin dari dalam tubuh. Kemampuan obat hanya akan meredam gejala penyakit, tetapi tidak menghilangkan penyebabnya.


TIPS MENGATASI REAKSI DETOKSIFIKASI
·         Jangan melakukan aktivitas yang menguras energy
·                   Jangan berpanas-panas dibawah terik matahari
·         Jangan berpergian terutama dalam cuaca terik
·         Segera berbaring atau tidur ditempat yang lebih sejuk
·         Minum air putih atau jus segar sebanyak-banyaknya. Jangan makan makanan padat. Kalau tidak                 ada selera makan juga tidak perlu dapaksakan, tetapi minum harus tetap banyak
·         Jika sakit yang dirasakan terlalu hebat, sebaiknya batalkan puasa dan segera periksakan diri  kedokter, kemungkinan ada penyakit lain yang tidak pernah terpantau.



PRODUK HERBAL BERKWALITAS
































Tidak ada komentar:

Posting Komentar